SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA ^_^ JANGAN LUPA KLICK FOLLOW YA ^_^

Tuesday, November 10, 2015

Perhitungan Matematika Menggunakan Fungsi Excel

Perhitungan Matematika Menggunakan Fungsi Excel

Selain menggunakan operator Aritmatika, perhitungan matematika pada Excel dapat pula dilaksanakan menggunakan Fungsi. Fungsi-fungsi yang akan dibahas di sini di antaranya adalah:
  1. SUM(), adalah fungsi yang berguna untuk mendapatkan hasil penjumlahan sekelompok data bilangan yang berada dalam sebuah range.
    Bentuk Umum: SUM(sel awal:selakhir)
    Contoh: SUM(B2:B11), maksudnya hitung hasil penjumlahan bilangan/nilai yang terdapat pada sel B2 sampai B11
    Contoh: SUM(B2:C11), maksudnya hitung hasil penjumlahan bilangan/nilai yang terdapat pada sel B2 sampai C11
    Lihat Video
    .
  2. AVERAGE(), adalah fungsi yang berguna untuk mendapatkan nilai rata-rata sekelompok data bilangan yang berada dalam sebuah range.
    Bentuk Umum: AVERAGE(sel awal:sel akhir)
    Contoh: AVERAGE(B2:B11), maksudnya hitung rata-rata bilangan/nilai yang terdapat pada sel B2 sampai B11
    Contoh: AVERAGE(B2:C11), maksudnya hitung nilai rata-rata bilangan yang terdapat pada X1 dan X2.
    Lihat Video
    .
  3. MIN(), adalah fungsi yang berguna untuk mendapatkan nilai paling rendah dalam sekelompok data bilangan yang berada dalam sebuah range.
    Bentuk Umum: MIN(sel awal:selakhir)
    Contoh: MIN(B2:B11), maksudnya cari bilangan/nilai yang paling rendah yang terdapat pada sel B2 sampai B11
    Contoh: MIN(B2:C11), maksudnya cari nilai terendah dari bilangan yang terdapat pada X1 dan X2.
    Lihat Video
    .
  4. MAX(), adalah fungsi yang berguna untuk mendapatkan nilai paling tinggi sekelompok data bilangan yang berada dalam sebuah range.
    Bentuk Umum: MAX(sel awal:selakhir)
    Contoh: MAX(B2:B11), maksudnya cari bilangan/nilai yang paling tinggi nilainya terdapat pada sel B2 sampai B11
    Contoh: MAX(B2:C11), maksudnya cari nilai tertinggi dari bilangan yang terdapat pada X1 dan X2.
    Lihat Video
    .
  5. AND(), adalah fungsi yang berguna untuk memilih dua kondisi/pernyatan untuk mendapatkan sebuah nilai. Biasanya fungsi AND() digunakan bersamaan dengan fungsi IF, COUNTIF(), SUMIF().
    Bentuk umum: AND(Kondisi1,Kondisi2)
    .
  6. IF(), adalah fungsi yang berguna untuk mencari nilai dari dua atau lebih pernyataan/kondisi yang terdapat pada sebuah sel.
    Bentuk Umum dengan 2 kondisi/pilihan: IF(Kondisi,nilai apabila benar,nilai apabila salah)
    Contoh: =IF(C2=”L”,”Laki-laki”,”Perempuan”) maksudnya jika pada sel C2 berisi L maka tulis Laki-laki pada D2 —> Lihat Video
    .
    Bentuk umum dengan 5 kondisi/pilihan: IF(Kondisi1,Nilai Benar1,IF(Kondisi2,Nilai Benar2,IF(Kondisi3,Nilai Benar3,IF(Kondisi4,Nilai Benar4,Nilai Salah)
    Contoh: =IF(B9=”PDG”,”Padang”,IF(B9=”BKT”,”Bukittinggi”,IF(B9=”SLK”,”Solok”,IF(B9=”PRM”,”Pariaman”,
    “Payakumbuh”))))
    —-> Lihat Video
    .
    Contoh: =IF(B16=”Premium”,6600,IF(B16=”Solar”,5500,9500)) –> Lihat Video
    Contoh: =IF(M16<=40,”E”,IF(AND(M16>40,M16<=50),”D”,IF(AND(M16>50,M16<=56),”C”,
    IF(AND(M16>56,M16<=80),”B”,”A”)))) —> Lihat Video
    .
  7. VLOOKUP(), adalah fungsi yang berguna untuk mencari nilai pada suatu tabel data yang datanya dibaca secara vertikal berdasarkan kolom acuan.
    Bentuk umum =VLOOKUP(Sel acuan,Tabel data,urutan kolom yang hendak dicari nilainya,FALSE)
    Contoh =VLOOKUP(C11,B$3:C$7,2,FALSE), maksudnya dengan sel acuan C11, cari Nama Kota pada kolom ke 2 dalam tabel data B$3:C$7  –> Lihat Video
    Pada contoh ini terlihat bahwa tabel data B$3:C$7 dikunci pada bagian barisnya dengan maksud agar saat mengkopi arah vertikal tidak terjadi kesalahan pembacaan tabel data.
    .
  8. HLOOKUP(), adalah fungsi yang berguna untuk mencari nilai pada suatu tabel data yang datanya dibaca secara horizontal berdasarkan baris acuan.
    Bentuk umum =HLOOKUP(Sel acuan,Tabel data,urutan baris yang hendak dicari nilainya,FALSE)
    Contoh =HLOOKUP(C6,C$2:G$3,2,FALSE), maksudnya dengan sel acuan C11, cari Nama Kota pada baris ke 2 dalam tabel data C$2:G$3 –> Lihat Video
    Pada contoh ini terlihat bahwa tabel data C$2:G$3 dikunci pada bagian barisnya dengan maksud agar saat mengkopi arah vertikal tidak terjadi kesalahan pembacaan tabel data.
    .
  9. DATE(), adalah fungsi yang berguna untuk mengembalikan nilai suatu tanggal agar dapat dilaksanakan perhitungannya.
    Bentuk umumnya =DATE(YEAR(),MONTH(),DAY())
    Contoh: Mencari Tanggal Jatuh Tempo setiap bulan, dimana YEAR(), MONTH(), dan DAY() dapat ditambah nilainya. Tanggal sekarang ada di sel D2 berisi 22-Jan-2015, maka untuk mencari tanggal jatuh tempo satu bulan berikutnya dihitung dengan:
    =DATE(YEAR(D2),MONTH(D2)+1,DAY(D2)) = 22-Feb-2015.
    Bila tanggal jatuh tempo 15 setelah tanggal 22-Jan-2015, maka:
    =DATE(YEAR(D2),MONTH(D2),DAY(D2)+15) = 6 Feb-2015
    Lihat Video
    .
  10. PMT() adalah fungsi yang berguna untuk menghitung pembayaran suatu pinjaman atau tabungan berdasarkan pembayaran berkala dan yang dibayarkan terus menerus dengan suku bunga tetap agar memperoleh uang yang diharakan pada akhir periode.
    Bentuk umum =PMT(Bunga per Bulan, Jangka Waktu dalam Bulan, Saldo Awal, -Nilai Tabungan saat jangka waktu berakhir, tipe). nilai tipe = 0, artinya pembayaran dilaksanakan pada saat akhir periode dan tipe = 1 artinya pembayaran dilaksanakan di awal periode.
    Contoh: Jumlah tabungan yang diharapkan Rp. 100.000.000 (D21), Saldo awal Rp. 10.000.000 (D20) dengan tingkat suku bunga 9.5% pertahun (D18) dalam jangka waktu 3 tahun (D19). Berapa uang yang harus disetorkan setiap bulannya (D22?
    Jawab: =PMT(D18/12,D19*12,D20,-D21,1) = 2.074.873
    Lihat Video
    .
  11. =FV() adalah fungsi yang berguna untuk menghitung nilai uang di akhir periode berdasarkan pembayaran berkala dan dibayarkan terus menerus dengan jumlah tertentu selama jangka waktu tertentu dengan tingkat suku bunga.
    .
    Bentuk umum =FVBunga per Tahun,jangka waktu,-Deposito berjangka yang disetorkan,tipe). Nilai tipe = 0, artinya pembayaran dilaksanakan pada saat akhir periode dan tipe = 1 artinya pembayaran dilaksanakan di awal periode.
    Contoh: Deposito yang dibayarkan setiap tahun Rp. 10.000.000 (D30), dalam jangka waktu 3 tahun (D29) dengan tingkat suku bunga 9.5% (D28), Berapa nilai uang diakhir periode?
    Jawab: =FV(D28,D29,-D30,1) =32.940.249
    Lihat Video

Catatan:

Tanda koma , pada sebuah fungsi digunakan apabila aturan waktu yang digunakan adalah ENGLISH, yang dapat dilihat pada penunjuk waktu yang terletak di sudut kanan bawah Desktop bertanda AM atau PM. Apabila tanda AM/PM tidak ada, maka tanda koma diganti menjadi titik koma ;  itu artinya aturan waktu yang digunakan adalah INDONESIA.
Contoh:
=IF(C2=”L”,”Laki-laki”,”Perempuan”) bila satuan waktu yang digunakan ENGLISH
=IF(C2=”L”;”Laki-laki”;”Perempuan”) bila satuan waktu yang digunakan INDONESIA

SUMBER : https://d3mps.wordpress.com/perhitungan-matematika-menggunakan-fungsi-excel/
Post a Comment