SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA ^_^ JANGAN LUPA KLICK FOLLOW YA ^_^

Tuesday, October 13, 2015

KABUT ASAP DI PADANG SUDAH MENGKHAWATIRKAN





Kabut asap di Padang sudah mengkhawatirkan
Siaga Kabut Asap Pengendara melintas di antara kabut asap yang menyelimuti Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (3/9). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar belum akan mengeluarkan status siaga darurat kabut asap karena kualitas udara dinilai masih berubah-ubah setiap hari. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra) ()
Padang (ANTARA News) - Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah menyatakan kabut asap yang menyelimuti daerah itu sudah berada pada tingkat yang mengkhawatirkan.

"Kita sudah menurunkan tim untuk mengukur kualitas udara di Kota Padang dan mendapatkan hasil terbaru, yaitu 209,36 g/nm3," kata Mahyeldi didampingi Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedalda) Padang Edi Hasymi di Padang, Sumatera Barat, Kamis.

Ia menjelaskan, hasil tersebut jauh meningkat dari hasil uji kualitas udara sebelumnya yang hanya 81,73 g/nm3. Hal tersebut sangat mengkhawatirkan, karena batas baku mutu (normal) adalah 150 g/nm3.

Untuk itu, masyarakat diimbau untuk mengurangi kegiatan di luar rumah dan memakai masker saat keluar rumah, karena kabut asap dapat mengganggu pernafasan.

"Karena ini adalah kabut asap kiriman, jadi cara terbaik dilakukan saat ini adalah mengantisipasi dampak yang mungkin terjadi pada warga," katanya menjelaskan.

Selain itu, katanya, Pemkot Padang akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi, untuk mengetahui apa upaya-upaya mengendalikan sumber-sumber yang terbakar.

Ia meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah, karena hal tersebut akan memperparah kabut asap di Kota Padang.

Analisis Forecast Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Ketaping, Neli Elfira menyebutkan kabut asap di Kota Padang merupakan kiriman dari provinsi tetangga, yaitu Riau, Jambi dan Sumatera Selatan.

Ia menjelaskan, ketebalan kabut asap tersebut bervariasi karena sifatnya kiriman, sehingga baru akan berkurang jika pada sumbernya terjadi hujan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Eka Lusty mengungkapkan hingga saat ini belum ada laporan mengenai warga yang terkena dampak dari kabut asap.

"Dinas Kesehatan telah menugaskan kepada puskesmas-puskesmas untuk memberikan penyuluhan kepada warga," paparnya.

Eka memaparkan, untuk sekarang belum ada dampaknya, akan tetapi jika udara tercemar dalam jangka waktu yang lama, maka dampaknya adalah iritasi mata, gangguan saluran pernafasan dan sakit paru-paru.

"Kami akan terus pantau perkembangannya, terutama terhadap anak SD atau di bawah umur, karena usia tersebut rentan terhadap penyakit," tambahnya.

PRINSIP DASAR MANAJEMEN PERBANKAN SYARIAH

Perbankan syariah menurut UU No. 21 tahun 2008 adalah segala sesuatu yang mentangkut tentang Bank Syariah dan Unit Usaha Syariah, mencakup kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan usahanya. Bank Syariah adalah bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah dan menurut jenisnya tediri atas Bank umum Syariah dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah.
        Bank Umum Syariah (BUS) adalah bank syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran, dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) adalah bank syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
       Unit Usaha Syariah, yang selanjutnya disebut UUS adalah unit kerja dari kantor pusat Bank Umum Konvensional yang berfungsi sebagai kantor induk dari kantor atau unit yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan  prinsip syariah, atau unit kerja di kantor cabang dari suatu bank yang berkedudukan di luar negeri yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional yang berfungsi sebagai kantor induk dari kantor cabang pembantu syariah dan/atau unit syariah.
        Prinsip Syariah adalah prinsip hukum islam dalam kegiatan perbankan berdasarkan fatwa yang dikeluarkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan dalam penetapan fatwa di bidang syariah. Bank yang beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsip syariah islam maksudnya adalah bank yang dalam beroperasinya mengikuti ketentuan-ketentuan syariah islam, khususnya yang menyangkut tata cara bermuamalah secara islam. Dalam tata cara bermuamalat itu dijauhi praktik-praktik yang dikhawatirkan mengandung unsur-unsur riba, untuk diisi dengan kegiatan-kegiatan investasi atas dasar bagi hasil dan pembiayaan perdagangan atau praktik-praktik usaha yang dilakukan di zaman Rasulullah atau bentuk-bentuk usaha yang telah ada sebelumnya, tetapi tidak dilarang oleh beliau.
         Falsafah dasar beroperasinya bank syariah yang menjiwai seluruh hubungan transaksinya adalah efisiensi, keadilan, dan kebersamaan. Efisiensi mengacu pada prinsip saling membantu secara sinergis untuk memperoleh keuntungan sebesar mungkin. Keadilan mengacu pada hubungan yang tidak dicurangi, ikhlas, dengan persetujuan yang matang atas proporsi masukan dan keluarannya. Kebersamaan mengacu pada prinsip saling menawarkan bantuan dan nasihat untuk saling meningkatkan produktivitas.
         Pada umumnya yang dimaksud dengan bank syariah adalh lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan kredit dan jasa-jasa lain dalam lalu lintas pembayaran serta peredaran uang yang beroperasi disesuaikan dengan prinsip-prinsip syariah. Oleh karena itu, usaha bank akan selalu berkaitan dengan masalah uang sebagai dagangan utamanya.
         Kegiatan dan usaha bank akan selalu berkait dengan komoditas antara lain :
1. Pemindahan uang
2. Menerima dan membayar kembali uang dalam rekening koran
3. Mendiskonto surat wesel, surat order maupun surat-surat berharga lainnya
4. Membeli dan menjual surat-surat berharga
5. Membeli dan menjual cek wesel, surat wesel, kertas dagang
6. Memberi kredit
7. Memberi jaminan
        Sebagai sebuah bank dengan prinsip khusus, maka bank islam diharapkan dapat menjadi lembaga keuangan yang dapat menjembatani antara para pemilik modal atau pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak yang membutuhkan dana.
         Dalam bank syariah, hubungan antara bank dengan nasabahnya bukan hubungan debitur dengan kreditur, melainkan hubungan kemitraan (partnership) antara penyandang dana (sahibul maal) dengan pengelola dana (mudharib). Oleh karena itu, tingkat laba bank syariah tidak saja berpengaruh terhadap bagi hasil yang dapat diberikan kepada nasabah penyimpan dana. Hubungan kemitraan ini merupakan bagiannya yang khas dari proses berjalannya mekanisme bank syariah.
         Untuk memenuhi kebutuhan modal dan pembiayaan, bank syariah memiliki ketentuan-ketentuan yang berbeda dengan bank konvensional. Ketentuan-ketentuan tersebut tercermin dalam prinsip-prinsip dasar manajemen operasional yang digunakan dalam pelaksanaannya menurut, antara lain :
1. Prinsip titipan atau simpanan (Depository/Al-Wadiah)

         Al-Wadiah dalam segi bahasa dapat diartikan sebagai meninggalkan atau meletakkan, atau meletakkan sesuatu pada orang lain untuk dipelihara dan dijaga. Dari aspek teknis, wadiah dapat diartikan sebagai titipan murni dari satu pihak ke pihak lain, baik individu maupun badan hukum, yang harus dijaga dan dikembalikan kapan saja si penitip menghendaki.
Prinsip wadiah yang diterapkan adalah wadiah yad dhamanah yang diterapkan pada produk rekening giro. Wadiah dhamanah berbeda dengan wadiah amanah. Dalam wadiah amanah, pada prinsipnya harta titipan tidak boleh dimanfaatkan oleh yang dititipi. Sedangkan wadiah dhamanah, pihak yang dititipi (bank) bertanggung jawab atas keutuhan harta titipan sehingga ia boleh memanfaatkan harta titipan tersebut.
2. Bagi hasil (Profit Sharing)
         Prinsip bagi hasil (profit sharing) merupakan karakteristik umum dan landasan dasar bagi operasional bank islam secara keseluruhan. Secara umum, prinsip bagi hasil dalam perbankan syariah dapat dilakukan dalam empat akad utama, yaitu : al-Musyarakah, al-Mudharabah, al-Muzara'ah dan al-Musaqah. Sungguh pun demikian, prinsip yang paling banyak dipakai adalah al-musyarakah dan al-mudharabah, sedangkan al-muzarah dan al-musaqah dipergunakan khusus untuk plantation financing atau pembiayaan pertanian oleh beberapa bank islam.
a. Al-Musyarakah, istilah lain sharikah atau syirkah merupakan kerjasama antara kedua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu dimana masing-masing pihak memberikan kontribusi dana dengan keuntungan dan risiko akan ditanggung bersama sesuai dengan kesepakatan.
Musyarakah ada dua jenis, yaitu musyarakah pemilikan dan musyarakah akad (kontrak). Musyarakah pemilikan tercipta karena warisan wasiat atau kondisi lainnya yang berakibat pemilikan satu aset oleh dua orang atau lebih. Sedangkan musyarakah akad tercipta dengan kesepakatan dimana dua orang atau lebih setuju bahwa tiap orang dari mereka memberikan modal musyarakah dan berbagi keuntungan dan kerugian.
b. Al-Mudharabah berasal dari kata adhdharbu fil ardhi, yaitu berpergian untuk urusan dagang. Secara teknis mudharabah adalah akad kerjasama usaha antara dua pihak dimana pihak pertama (sahibul maal) menyediakan seluruh modal, sedangkan pihak lainnya menjadi pengelola. Keuntungan usaha secara mudharabah dibagi menurut kesepakatan yang dituangkan dalam kontrak, sedangkan apabila rugi ditanggung oleh pemilik modal selama kerugian itu bukan akibat kelalaian si pengelola. Seandainya kerugian itu diakibatkan karena kecurangan atau kelalaian si pengelola, si pengelola harus bertanggung jawab atas kerugian tersebut.
3. Jual Beli (Sale and Purchase)
a. Bai' al-Murabahah adalah jual beli barang pada harga asal dengan tambahan keuntungan yang disepakati. Dalam Murabahah, penjual harus memberi tahu harga pokok yang ia beli dan menentukan suatu tingkat keuntungan sebagai tambahannya.b. Bai' as-Salam (in-front payment sale) adalah pembelian barang yang diserahkan di kemudian hari, sedangkan pembayaran dilakukan di muka.
c. Bai' al-Istishna' (Purchase by Order or Manufacture) merupakan kontrak penjualan antara pembeli dan pembuat barang. Dalam kontrak ini, pembuat barang menerima pesanan dari pembeli. Pembuat barang lalu berusaha melalui orang lain untuk membuat atau membeli barang menurut spesifikasi yang telah disepakati dan menjualnya kepada pembeli akhir. Kedua belah pihak bersepakat atas harga serta sistem pembayaran; apakah dilakukan di muka, melalui cicilan, atau ditangguhkan sampai waktu pada masa yang akan datang.
4. Sewa/Ijarah (Operational Lease and Financial Lease)
a. Al-Ijarah adalah akad pemindahan hak guna atas barang atau jasa, melalui pembayaran upah sewa, tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan (Ownership/Milkiyyah) atas barang itu sendiri.
b. Al-Ijarah Muntahiya Bittamlik (Financial Lease with Purchase Option) adalah sejenis perpaduan antara kontrak jual beli dan sewa atau lebih tepatnya akad sewa yang diakhiri dengan kepemilikan barang di tangan si penyewa.
5. Jasa (Fee-Based Services)
a. Al-Wakalah (Deputyship) yaitu pelimpahan kekuasaan oleh seseorang kepada yang lain dalam hal-hal yang diwakilkan.
b. Al-Kafalah (Guaranty) merupakan jaminan yang diberikan oleh penanggung (kafil) kepada pihak ketiga untuk memenuhi kewajiban pihak kedua atau yang ditanggung. Dalam pengertian lain, kafalah juga berati mengalihkan tanggung jawab seseorang yang dijamin dengan berpegang pada tanggung jawab orang lain sebagai penjamin.
c. Al-Hawalah (Transfer Services) adalah perpindahan utang berupa uang atau kewajiban finansial, yang berbentuk barang/benda.
d. Ar-Rahn (Mortgage) adalah menahan salah satu harta milik si peminjam jaminan atas pinjaman yang diterimanya. Barang yang ditahan tersebut memiliki nilai ekonomis dan pihak yang menahan memperoleh jaminan untuk dapat mengambil kembali seluruh atau sebagian piutangnya.
e. Al-Qardh (Soft and Benevolent Loan) adalah pemberian harta kepada orang lain yang dapat ditagih atau diminta kembali atau dengan kata lain meminjamkan tanpa mengharapkan imbalan.

        Dalam UU No. 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah juga dijelaskan jenis dan kegiatan usaha Bank Syariah, yaitu meliputi :

  1. Menghimpun dana dalam bentuk simpanan berupa giro, tabungan, atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu berdasarkan akad Wadiah atau akad lain yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah;
  2. Menghimpun dana dalam bentuk investasi berupa deposito, tabungan, atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu berdasarkan akad mudharabah atau akad lain yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah;
  3. Menyalurkan pembiayaan berdasarkan akad murabahah, akad salam, akad istishna', atau akad lain yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah;
  4. Menyalurkan pembiayaan berdasarkan akad qardh atau akad lain yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah;
  5. Menyalurkan pembiayaan penyewaan barang bergerak atau tidak bergerak kepada nasabah berdasarkan akad ijarah dan/atau sewa beli dalam bentuk ijarah mumtahiya bittamlik atau akad lain yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah;
  6. Melakukan pengambilalihan utang berdasarkan akad Hawalah atau akad lain yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah;
  7. Melakukan usaha kartu debit dan/atau kartu pembiayaan berdasarkan prinsip syariah;
  8. Membeli, menjual, atau menjamin atas resiko sendiri surat berharga pihak ketiga yang diterbitkan atas dasar transaksi nyata berdasarkan prinsip syariah, antara lain, seperti akad ijarah, musyarakah, mudharabah, murabahah, kafalah, atau hawalah;
  9. Membeli surat berharga berdasarkan prinsip syariah yang diterbitkan oleh pemerintah dan/atau Bank Indonesia;
  10. Menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga dan melakukan perhitungan dengan pihak ketiga atau antar pihak ketiga berdasarkan prinsip syariah;
  11. Melakukan penitipan untuk kepentingan pihak lain berdasarkan suatu akad yang berdasarkan prinsip syariah;
  12. Menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan surat berharga berdasarkan prinsip syariah;
  13. Memindahkan uang, baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepentingan nasabah berdasarkan prinsip syariah;
  14. Melakukan fungsi sebagai wali amanat berdasarkan akad wakalah;
  15. Memberikan fasilitas letter of credit atau bank garansi berdasarkan prinsip syariah; dan
  16. Melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan di bidang perbankan dan di bidang sosial sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip syariah dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

MATERI DAN TUGAS 5 (2015) APLIKASI KOMPUTER

MATERI MAIL MERGE Mail Merge atau surat massal atau surat gabung merupakan fitur yang ada dalam aplikasi Microsoft Office yang berguna untuk dokumen yang pembuatannya berulang-ulang. Contoh: Surat Undangan, Surat Keterangan yang diberikan kepada orang yang berbeda, Kartu Mahasiswa, Sertifikat, Rapor yang diberikan sekolah kepada murid.
Untuk dapat menggunakan fitur ini dalam pembuatan dokumen diperlukan 3 buah file, yakni master, data, dan logo. file master dapat kita diibaratkan sebaai sebuah formulir atau blanko yang belum diisi, sedangkan file data dapat diibaratkan sebagai segala sesuatu yang diisikan oleh orang dalam formulir tersebut, sedangkan logo merupakan lambang instansi atau perusahaan yang membuat formulir. Selain memudahkan pekerjaan yang sering berulang, Mal Merge juga berguna untuk mengetahui jumlah surat atau formulir atau rapor sertifikat yang sudah dikeluarkan atau diberikan pada waktu tertentu. Singkat kata, bahwa Mail Merge dapat memudahkan kita dalam pengelolaan dokumen yang berulang  dalam pembuatannya.
Pada uraian kali ini hanya membahas tentang Pemanfatan Mail Merge dalam membuat Surat Undangan, Amplop dan Label menggunakan Microsoft Word. Agar sukses memanfaatkan fitur ini, penggun harus sudah menguasai bagaimana bekerja dengan paragraf, bekerja dengan tabel, dan bekerja dengan gambar.Tahapan-tahapan yang perlu dilakukan adalah:
  1. Mengumpulkan file Logo.jpg, MailMerge Master Surat.docx, MailMerge-Data Surat.docx ke dalam suatu folder -> lihat video
  2. Membentuk master surat, lihat video
    1. Mengatur ukuran kertas dan margin -> lihat video
    2. Membentuk kop surat -> lihat video
    3. Membentuk nomor surat -> lihat video
    4. Memindahkan posisi Tujuan Surat hingga Paragraf Penutup -> lihat video
    5. Mengatur bentuk dan perataan paragraf pembuka, pengantar dan penutup surat -> lihat video
    6. Mengatur bentuk paragraf dan mengatur psosi masing-masing bagian isi surat -> lihat video
    7. Mengatur posisi tandatangan surat -> lihat video
    8. Memberi style font pada bagian surat yang dianggap penting -> lihat video
  3. Mempersiapkan data surat dalam bentuk tabel, (Data Surat.docx)  -> lihat video
  4. Menghubungkan file master dengan file data, lihat video -> lihat video
  5. Menempatkan field (nama kolom tabel yang terdapat pada file data surat berupa No, BapakIbuk, Nama, Bank) pada bagian file master surat -> lihat video
  6. Menampilkan hasil penggabungan antara file master surat dan file data surat -> lihat video
  7. Menambah, mengubah, dan menghapus data yang terdapat pada file data -> lihat video
  8. Pembuatan Amplop -> lihat video
  9. Pembuatan Label
    1. Membuat blanko label -> lihat video
    2. Menghubungkan label dengan data surat -> lihat video
    3. Menempatkan Merge Field -> lihat video
    4. Mengatur posisi, menampilkan item, label dan mengupdate label -> lihat video

KETENTUAN TUGAS

  1. Sebelum tugas ini dikerjakan perhatikan dan pahamilah materi yang ada di atas.
  2. Buatlah tugas ini dengan rasa penuh tanggung jawab dan kesungguhan, jangan lakukan Copy Paste Tugas yang sudah dikerjakan oleh teman anda dengan cara apapun.
  3. Silahkan cetak file berikut:
    Data Surat
    Master Surat
  4. Download file logo berikut:
    Logo Surat
  5. Jalankan Microsoft Word anda, kemudian simpan filenya dengan ketentuan
    Nama Mahasiswa-NIM-Lokal-Data Surat
    Contoh: Ali Baba-13000001-B-Data Surat
    .
    Contoh Penulisan Nama File pada dialog Save As pada Word
    Pada File name tulis Ali Baba-13000001-B-Data Surat
    Pada Save as type pilih Word Document
    .
    Data Surat
     ‘
  6. Atur ukuran kertas menjadi Legal
  7. Orientasi : Lanscape
  8. Margin masing-masing 1,5cm
  9. Ketik data seperti pada tabel pada Data Surat yang sudah dicetak
  10. Lalu simpan file Data Surat lalu TUTUP file Data Surat
  11. Buat file baru dengan Ctrl N, lalu simpan dengan nama
    Nama Mahasiswa-NIM-Lokal-Master Surat
    Contoh : Ali Baba-13000001-B-Master Surat
    .
    Master Surat
  12. Lanjutkan dengan memasukkan logo, mengetik dan membentuk Master Surat seperti Master Surat yang sudah dicetak
  13. Gunakan ukuran kertas Legal
  14. Margin masing 2cm
  15. Atur sedemikian rupa agar Master Surat terhubung dengan Data Surat yang sudah anda simpan
  16. Kemudian masukkan masing-masing field pada Merge Field ke posisinya masing-masing pada Master Surat
  17. Pastikan bentuk Master Surat yang sudah anda buat seperti Master Surat yang anda cetak
  18. Simpan Master Surat anda kembali dan TUTUP semua file
  19. Pastikan nama file Data Surat dan Master Surat anda sudah seperti ketentuan nama file yang dijelaskan di atas
  20. Kirim kedua file tersebut ke aliyasman@gmail.com
  21. Apabila nama file tugas yang dikirim tidak sesuai dengan ketentuan di atas, maka tugas anda tidak akan dinilai dan anda dianggap tidak mengirimkan tugas
  22. Batas akhir pengiriman file Tugas 5, Minggu 18 Oktober 2015 jam 24.00 atau Senin 19 Oktober 2015 jam 00.00

INGAT

File yang dikirimkan terdiri dari dua file, yaitu Data Surat dan Master Surat
Contoh file yang dikirim:
– Ali Baba-130000001-B-Master Surat.docx
– Ali Baba-130000001-B-Data Surat.docx


SUMBER : d3mps,wordpress.com