SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA ^_^ JANGAN LUPA KLICK FOLLOW YA ^_^

Saturday, October 17, 2015

TEORI PERMINTAAN DAN PENAWARAN

1.    Pengaruh harga terhadap jumlah barang yang diminta
a.     Harga barang itu sendiri
      Harga dari barang atupun jasa merupakan dari factor utama yang akan banyak terjual atau tidak terjual. Bila harganya murah atau rendah tingkat permintaan akan jasa atau barang akan tinggi atau laku terjual,sebaliknya tingkat permintaan akan menurun bila harga barang atau jasa tersebut mahal atau tinggi.
b.    harga barang lain berkaitan
      Tinggi rendahnya jumlah permintaan akan dipengaruhi pula oleh barang yang lain yang berhubungan dengannya, yaitu barang pengganti atau barang pelengkap.
·            baranga pengganti (subtitusi), yaitu barang yang dapat mengganti fungsi dari barang yang di gantinya.
·         Barang pelengkap (komplementer), yaitu barang yang dapat melengkapi fungsi suatu barang, sehingga nilai guna barang yang dilenkapinya sebagian tinggi
 Hokum permintaan “makin rendah harga suatu barang maka makin banyak jumlah barang yang diminta dan sebaliknya, makin tinggi harga suatu barang maka jumlah barang yang diminta berkurang.
2. PENGARUH HARGA TERHADAP JUMLAH BARANG YANG DITAWARKAN
  1. Biaya produksi
      Biaya produksi adalah biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan barang atau jasa. Tinggi biaya produksi sangat berpengaruh terhadap jumlah barang atau jasa yang akan ditawarkan dipasar. Jika biaya produksi tinggi umumnya produsen akan mengurangi kegiatan produksi, akibatnya jumlah barang yang ditawarkanpun berkurang. Sebaliknya jika biaya produksi rendah produsen cenderung akan meningkatkan hasil produksi sehingga jumlah barang  yang akan ditawarkan bertambah.
  1. harga barang lain
      dalam hal ini barang yang dimaksud dengan barang lain adalah barang pengganti. Bila harga barang yang akan digantikan meningkat, produsen akan menambah barang yang akan ditawarkan, keputusan ini dilakukan karena produsen memperkirakan akibat kenaikan harga tersebut, Masyarakat akan beralih mengkonsumsi barang yang ia tawarkan karena harganya lebih murah.
Hukum Penawaran “ jika harga barang yang ditawarkan naik, maka jumlah barang yang ditawarkanpun, akan bertambah. Sebaliknya, jika harga barang turun, maka jumlah barang yang ditawarkanpun berkurang.

PENGANTAR ILMU EKONOMI

1.    Definisi ekonomi
Ilmu Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran.
Kata “Ekonomi“ sendiri barasal dari kata yunani Oikos yang berarti “keluarga, rumah tangga” dan Nomos, atau “peraturan, aturan, hukum,” dan secara garis besar ekonomi diartikan sebagai “aturan rumah tangga” atau “manajemen rumah tangga.”
Prof. Paul Anthony Samuelson ( ahli ekonomi dari Massachussets Institute of Technologi ) mengemukakan 6 definisi ekonomi :
  1. Ilmu ekonomi / ekonomi politik adalah suatu studi tentang kegiatan yang dengan / tanpa menggunakan uang, mencakup atau melibatkan transaksi-transaksi pertukaran antar manusia.
  2. Suatu studi mengenai bagaimana orang menjatuhkan pilihan yang tepat untuk memenfaatkan sumber-sumber produktif yang langka dan terbatas jumlahnya, untuk menghasilkan berbagai barang serta mendistribusikannya kepada anggota masyarakat untuk mereka konsumsi.
  3. studi tentang manusia dalam kegiatan hidup mereka sehari-hari untuk mendapat dan menikmati kehidupan.
  4. studi tentang bagaimana manusia bertingkah pekerti untuk mengorganisasi kegiatan-kegiatan konsumsi dan produksinya
  5. suatu studi tentang kekayaaan.
  6. suatu studi tentang cara-cara memperbaiki masyarakat.
“ Economics is the study of  how societies use scarce resource to produce valuable commodities and distribute them among different people.”
“Ilmu ekonomi adalah studi tentang mengenai cara-cara yang di tempuh oleh masyarakat untuk menggunakan sumberdaya yang langka guna memproduksi komuditas / barang-barang yang bermanfaat serta mendistribusikannya kepada semua orang.” ( Paul A. Samuelson and William D. Nordhaus )
Ada 3 asas dalam permasalahan ekonomi :
·         What   : Barang apa yang akan di buat
·         How    : Bagaimanakah barang itu dihasilkan
·         For Whom : Untuk siapa barang itu di hasilkan
2.    Ruang Lingkup  Ekonomi
            Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa.
Tindakan , Motif , dan Prinsip Ekonomi
            Dalam Ilmu ekonomi kita harus mempunyai tindakan, motif, dan prinsip ekonomi. Tindakan ekonomi adalah setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang paling baik dan paling menguntungkan. misalnya: Ibu memasak dengan kayu bakar karena harga minyak tanah sangat mahal. Tindakan ekonomi terdiri atas dua aspek, yaitu :
a. Tindakan ekonomi Rasional, setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang paling menguntungkan dan kenyataannya demikian.
b. Tindakan ekonomi Irrasional, setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang paling menguntungkan namun kenyataannya tidak demikian.
Dalam ekonomi kita tidak hanya melakukan tindakan saja akan tetapi, kita harus mempunyai motif dalam ekonomi. Motif ekonomi adalah alasan ataupun tujuan seseorang sehingga seseorang itu melakukan tindakan ekonomi. Dari semuanya itu kita tidak akan seimbang kalau tidak adanya prinsip ekonomi. Prinsip ekonomi merupakan pedoman untuk melakukan tindakan ekonomi yang didalamnya terkandung asas dengan pengorbanan tertentu diperoleh hasil yang maksimal.
           
3.    Hubungan Ilmu Ekonomi dengan Ilmu-ilmu yang lain
Dari segi yang lain, ilmu di bagi menjadi dua. Masing-masing adalah ilmu murni (pure science) dan ilmu terapan (applied science) ilmu murni bertugas untuk menyempurnakan dan menjaga kelangsungan hidup serta pengembangan ilmu itu sendiri, sedangkan ilmu terapan gunanya adalah untuk diterapkan di dalam hidup dan kehidupan manusia sehari-hari. Demikianlah kita kenal dengan sosiologi sebagai ilmu murni dan sosiatri sebagai ilmu tempatnya. Psikologi sebagai ilmu murni sebagai psikiatri  xebagai ilmu terapan. Bebrapa cabang ilmu yang lain tidak mempunyai nama khusus untuk ilmu murni dan ilmu terapannya  sebagai mana yang mempunyai oleh sosiologi dan psikologi.
Ilmu ekonomi, misalnya sebagaian – bagiannya bersama pure economics atau economic theory and appled economics (ilmu ekonomi terapan)
Sebelumnya telah disebutkan bahwa ilmu ekonomi termasuk kedalam ilmu social, sedangkan ilmu social itu adalah ilmu tentang manusia serta masyarakat untuk sekelompok manusia hidup didalamnya. Dengan demikian jelaslah subjek ekonomi itu pertama adalah manusia itu sendiri dan kedua adalah bahan – bahan yang terlibat didalam kegiatan perekonomian seperti misalnya toko, perusahaan, departemen keuangan, lembaga konsumen dsb. Semuanya itu adalah subjek – subjek ilmu ekonomi adapaun subjek ilmu ekonomi adalah cara – cara serta tindakan yang ditempuh oleh manusia dalam pengalokaasaian sumber – sumber yang ada. Itulah subjek dan objek ilmu ekonomi.
Memang, sedemikian besar peranan yang dimainkan ilmu ekonomi dalam mempengaruhi masyarakat manusia sehingga diseluruh dunia ini dimulai dari masyarkat yang palinh primitive dan kanibal hingga masyarakat – masyarakat yang paling modern sekalipun, tidak ada yang terlibat dalam proses perkonomian.
4.    Pembagian Ekonomi
Secara garis besar ekonomi terbagi menjadi 3 kelompok, yaitu :
  1. Ekonomi Deskriptif (descriptive economics), yaitu ilmu ekonomi yan bersifat mengumpulkan ketarangan-keterangan yang factual dan relevan mengenai suatu masalah.
  2. Ekonomi teori (economisc theory/ekonomi analisis) yang terbagi dalam 2 cabang yaitu:
  1. Teori ekonomi mikro (mikro economics theory)
Teori ekonomi mikro dapat artian sebagai “ilmu ekonomi kecil”. Berdasarkan pada corak dan ruang lingkup analisisnya. Teori ekonomi mikro diartikan sebagai “bagian dari ilmu ekonomi yang menganalisis mengenai bagian-bagian kecil dari keseluruhan kegiatan perekonomian“. Ada 3 aspek yang di analisis :
a.                            Interaksi di pasar barang
b.    Tingkah laku pembeli dan penjual
c.    Interaksi di pasar factor prouksi
  1. Teori ekonomi makro (makro economics theory)
     
Teori ekonomi makro menganalisis keseluruhan kegiatan perekonomian, bersifat global dan memperhatikan kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh unit-unit kecil dalam perekonomian. Aspek-aspek yang di analisis dalam teori ekonomi makro adalah :
    1. Penentuan tingkat kegiatan perekonomian Negara.
    2. Pengeluaran Agregat.
    3. Mengatasi pengangguran inflasi.
c.    Ekonomi Terapan (Applied economic theory), kebijakan ekonomi yang diterapkan dengan menggunakan hasil-hasil pemikiran yang terkumpul dalam teori ekonomi deskriptif.
5. Penerapan Ekonomi
a)    Memperbaikicara berfikir yang membantu dalam pengembalian keputusan.
         Harta yang berharga dalam diri manusia adalah pikiran. Dengan pikiran kita mampu menganalisis, menilai benar atau salah, baik buruk dan menentukan pilihan kemampuan ini memungkinkan manusia mempertahankan keberadaan di bumi. Kemampuan itu pula yang memungkinkan manusia terus-menerus meningkatkan kualitas hidupnya. Metode-metode teknik berpikir ekonomi akan meningkatkan kemampuan berpikir dan mengambil keputusan dengan tepat.
b) Membantu memahami masyarakat
         sejarah ekonomi itu mengajarkan bahwa melalui pertukaran itu manusia berupaya mengatasi kelangkaan, selanjutnya, mengembangkan teknologi dan system kemasyarakatan. Berdasarkan ini kita dapat memahami terjadinya revolusi industri di inggris, revolusi politik di prancis dll.
c) Membantu memahami masalah-masalah internasional (global)
         Dengan belajar ekonomi kita dapat mengerti lebih pasti dan mengapa pda saat Negara-negara timur (Indonesia) mengalami krisis ekonomi pada tahun 1998, Negara-negara maju mau memberi bantuan dana moneter internasiona (IMM) dan bank dunia (word bank)

ULUMUL QUR’AN

A. Pengertian ‘Ulumul Qur’an
1.      Arti Kata ‘Ulum
          Secara etimologi, kata ‘Ulumul Qur’an berasal dari bahasa Arab yang terdiri dari dua kata,
yaitu “Ulum” dan “Al-Qur’an”. Kata ‘ulum  adalah bentuk jamak dari kata “ilmu” yang berarti
ilmu-ilmu2. Kata ulum yang disandarkan pada kata Al-Qur’an telah memberikan pengertian
bahwa ilmu ini merupakan kumpulan sejumlah ilmu yang berhubungan dengan Al-Qur’an, baik
dari segi keberadaanya sebagai Al-Qur’an maupun dari segi pemahaman terhadap petunjuk yang
terkandung di dalamnya.



2.       Arti Kata Al-Qur’an
           Menurut bahasa, kata “Al-Qur’an” merupakan bentuk mashdar yang maknanya sama
dengan  kata “qira’ah” yaitu bacaan. Bentuk mashdar ini berasal dari fi’il madhi “qoro’a” yang
artinya  membaca.
          Menurut istilah, “Al-Qur’an” adalah firman Allah yang bersifat mu’jizat yang diturunkan
kepada Nabi Muhammad melalui perantara malaikat Jibril, yang dimulai surah Al-Fatihah dan
diakhiri surah An-Nas, yang dinukil dengan jalan mutawatir dan yang membacanya merupakan
ibadah.
          
         Sedangkan ”al-Qur’an” menurut ulama ushul, fiqih, dan ulama bahasa adalah Kalam
Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang lafazh-lafazhnya mengandung
mukjizat, membacanya mempunyai nilai ibadah, yang diturunkan secara mutawatir, dan yang
ditulis pada mushaf, mulai dari surat al-Fatihah sampai surat an-Nas, dengan demikian, secara
bahasa, ’ulum al-Qur’an adalah ilmu-ilmu (pembahasan-pembahasan) yang berkaitan dengan al-
Qur’an.
3.      Arti Kata Ulumul Qur’an
          Setelah membahas kata “ulum” dan “Al-Qur’an” yang terdapat dalam kalimat “Ulumul
Qur’an”, perlu kita ketahui bahwa tersusunnya kalimat tersebut mengisyaratkan bahwa adanya
bermacam-macam ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan Al-Qur’an atau pembahasan-
pembahasan yang berhubungan dengan Al-Qur’an, baik dari aspek keberadaannya sebagai Al-
Qur’an maupun aspek pemahaman kandungannya sebagai pedoman dan petunjuk bagi manusia.
B. Perkembangan ‘Ulumul Qur’an
           Jika berbicara perkembangan ulumul Qur’an, tentu bahasannya sangat luas dan paling
tidak memerlukan referensi yang lengkap. Untuk itu, Penulis membahasnya pada bagian-bagian
yang dianggap terkait langsung dengan perkembangan ulumul Qur’an.
Al-Qura’anul Karim adalah mukjizat Islam yang kekal dan mukjizat selalu diperkuat oleh
kemajuan ilmu pengetahun. Ia diturunkan Allah kepada Rasulullah, Muhammad s.a.w untuk
mengeluarkan manusia dari suasana yang gelap menuju yang terang, serta membimbing mereka
kejalan lurus. Rasulullah s.a.w. menyampaikan Qur’an kepada para sahabatnya- orang-orang
Arab asli – sehingga mereka dapat memahaminya berdasarkan naluri mereka. Apabila mereke
mengalami ketidakjelasan dalam memahami suatu ayat, mereka menanyakannya kepada
Rasulullah s.a.w.
Nabi saw. Bagi para sahabat adalah sebagai mahaguru dan sumber ilmu. Hanya kepada
Nabi, mereka menanyakan segala sesuatu yang tidak mereka pahami termasuk makna atau
pengertian ayat-ayat Alquran. Sebagai ilustrasi, berikut dikemuakakan dalam contoh :
       
*      Sahabat bertanya kepada Nabi saw. Mengenai makna gayrul magdhubi ’alaihim wa ladhdhallin yang terdapat dalam surat Al-Fatihah, Nabi saw menjawab : Nabi saw. Menjawab ; magdhubi ’alaihim adalah orang-orang Yahudi sedangkan dhallin adalah orang-orang Nasrani.”5
*      -       Setelah turun Surah Al-An’am ayat 82; al-ladziina aamanu walam yalbisu imaahum bidzulmin ula’ika lahumul amnu walahum muhtadin. Para sahabat bertanya kepada Nabi: ”Ya Rasul, siapa di anata kami yang tidak menzalimi (adz-dzulm) dirinya?” Maka Rasul menjawab dengan menafsirkan kata adz-dzulm dalam ayat itu kepada Asy syirik, Nabi menunjuk kepada ayat yang terdapat dalam surah Luqman, yaitu ”inna Asy-Syirika ladzulmun ’adzim.”
*      -       Abdullah bin Umar mengatakan bahwa seorang laki-laki datang kepada Nabi saw kemudian bertanya tentang makna as-sabil yang terdapat QS. Ali Imran (3) : 93). Maka Rasulullah saw. Menjawab, as-sabil artinya bekal (az-zad) dan kedatangan (ar-rihlah).
C. Ruang Lingkup Pembahasan ‘Ulumul Qur’an
          Ulumul Qur’an merupakan suatu ilmu yang mempunyai ruang lingkup pembahasan yang
sangat luas. Ulumul Qur’an  meliputi semua ilmu yang ada kaitanya dengan Al-Qur’an, baik
berupa ilmu-ilmu agama, seperti ilmu tafsir maupun ilmu-ilmu bahasa Arab, seperti ilmu
balaghah dan ilmu I’rab al-Qur’an. Disamping itu, masih banyak lagi ilmu-ilmu yang tercakup di
dalamnya. Dalam kitab Al- Itqan, Assyuyuthi menguraikan sebanyak 80 cabang ilmu. Dari tiap-
tiap cabang terdapat beberapa macam cabang ilmu lagi. Kemudian dia mengutip Abu Bakar Ibnu
al_Araby yang mengatakan bahwa ulumul qur’an terdiri dari 77450 ilmu. Hal ini didasarkan
kepada jumlah kata yang terdapat dalam al-qur’an dengan dikalikan empat. Sebab, setiap kata
dalam al-Qur’an mengandung makna Dzohir, batin, terbatas, dan tidak terbatas. Perhitungan ini
masih dilihat dari sudut mufrodatnya. Adapun jika dilihat dari sudut hubungan kalimat-
kalimatnya, maka jumlahnya menjadi tidak terhitung. Firman Allah : Katakanlah: Sekiranya
lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu
sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak
itu (pula).(Q.S. Al-Kahfi :109).