SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA ^_^ JANGAN LUPA KLICK FOLLOW YA ^_^

Monday, May 9, 2016

USHUL FIQIH

A. Pengertian
1.Syari'ah menurut bahasa arab merupakan aliran air, aliran yang dilalui , atau aliran sungai .Syari'ah bisa disebut juga sebagai jalan terang dan nyata dalam kesejahteraan untuk dunia dan akhirat dan juga syariah secara luas semua aturan allah yang disampaikan kepada rasul-Nya berupa al-Qur'an dan sunnah yang berkaitan dengan hukum-hukum syara'.

2.Ushul fiqih berasal dari dua kata yaitu ushul yang berarti fondasi tertentu dan fiqih merupakan pemahaman, jadi ushul fiqih bisa disebut metode menghasilkan hukum syara'.

3.Fiqih  merupakan paham atau bisa dikatakan pemahaman yang lebih , atau hukum syara' yang menghasilkan mujtahid dari syari'ah ( Al-Qur'an dan Sunnah ).

B. Hukum taklifi
Merupakan sesuatu tuntutan dari suatu pekerjaan mukallaf, atau suatu yang dilakukan maupun berbuat,atau memberikan pilihan antara melakukan dan meninggalkan.

-Macam-Macam Hukum Taklifi
~Wajib = apabila dikerjakan berpahala dan jika ditinggalkan mendapatkan siksaan.
~Haram = apabila dikerjakan akan mendapat siksa dan jika ditinggalkan mendapatkan pahala,contoh seperti mencuri.
~Mandhub = apabila dikerjakan berpahala dan jika ditinggalkan tidak apa-apa,contoh seperti melaksanakan sholat dhuha.
~Makhruh = apabila dikerjakan tidak apa-apa dan jika ditinggalkan berpahala,contoh anak kecil yang cemberut di depan ayah dan ibunya.
~Mubah = apabila dikerjakan tidak mendapatkan pahala begitu juga dengan meninggalkannya,contohnya seperti makan dan minum.

C.Hukum Wadhi'
Merupakan titah Allah swt yang berhubungan dengan suatu berkaitan dengan hukum-hukum syara'.

-Macam-Macam Hukum Wadhi'
~Sebab , maksudnya adanya suatu tanda yang disebabkan contoh seperti kematian sebab adanya warisan ,akad nikah sebab halalnya suami istri.
~Syarat , maksudnya agar syarat tersebut bisa terpenuhi atau sah contoh seperti syarat sah sholat harus menghadap kiblat.
~Mani' , maksudnya adanya penghalangan dalam suatu hukum.

D.Hukum Syara'
adalah seperangkat peraturan yang ditetapkan Allah Swt tentang tingkah laku manusia yang diakui dan diyakini berlakunya serta terikatnya semua umat yang beragama islam.

E.Al -Qur'an
Merupakan kalam Allah swt yang diturunkan kepada nabi muhammad saw dengan perantara malaikat jibril dengan secara mutawatir,lalu mengamalkan kepada semua umat agar menjadikan al-qur'an sebagai pedoman dan petunjuk dalam kehidupan dunia dan akhirat.

D.Sunnah
~Menurut bahasa jalan yang ditempuh baik atau buruk.
~Menurut Ahli Hadis = Segala sandaran dari nabi muhammad saw baik perkataan,perbuatan dan ketetapan.
~Menurut Ushul Fiqih = Segala perkataan,perbuatan maupun ketetapan yang bersumber dari nabi muhammad saw yang digunakan sebagai dalil hukum.
~Menurut Fiqih = Apabila dikerjakan berpahala dan jika tidak dikerjakan tidak apa-apa.

Monday, May 2, 2016

Ujian Tengah Semester Ulumul Hadist

~Kuasai Istilah-Istilah berikut
 A.Hadis
Hadits adalah segala perkataan (sabda), perbuatan dan ketetapan dan persetujuan dari Rasulullah SAW yang dijadikan hukum dalam agama islam. Hadits dijadikan sumber hukum kedua setelah al-qur’an.

B.Sunnah
Sunnah adalah segala sesuatu yang diriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam baik perkataan, perbuatan, ataupun persetujuan. Sunnat pula berarti sesuatu yang pelakunya mendapat pahala dan tidak ada dosa bagi yang meninggalkannya.  

C.Khabar

Menurut bahasa berarti an-Naba’ (berita-berita), sedang jama’nya adalah Akhbar
Khabar adalah segala sesuatu yang disandarkan kepada nabi dan para sahabat, jadi setiap hadits termasuk khabar tetapi tidak setiap khabar adalah hadits.
Menurut istilah ada tiga pendapat yaitu:
  1. Merupakan sinonim bagi hadits, yakni keduanya berarti satu.
  2. Berbeda dengan hadits, di mana hadits adalah segala sesuatu yang datang dan Nabi SAW. sedang khabar adalah suatu yang datang dari selain Nabi SAW.
  3. Lebih umum dari hadits, yakni bahwa hadits itu hanya yang datang dari Nabi saja, sedang khabar itu segala yang datang baik dari Nabi SAW. maupun yang lainnya.
D.Atsar
Atsar menurut lughat/etimologi ialah bekasan sesuatu, atau sisa sesuatu, atau berarti sisa reruntuhan rumah dan sebagainya. dan berarti nukilan (yang dinukilkan).

E.Kitabah
kitabah Adalah keterampilan menuangkan simbol simbol yang tertulis dan terorganisir menurut sistem tertentu.  

F.Tadwin
  Tadwin adalah pembukuan atau mencatat segala rupa berita dan kejadian di dalam sesuatu buku, tidak mencukupi dengan lafadhan saja.

~Pahami Fungsi Hadist Bagi Al Qur'an
1.menetapkan atau menegaskan hukum yang terdapat di dalam al-Quran.
2.sebagai penjelasan atau interpretasi kepada ayat-ayat yang tidak mudah dipahami.
3.mengkhususkan keumuman makna yang sebutkan al-Quran
4.menentukan mana yang dimaksud di antara dua atau tiga perkara yang mungkin dimaksud oleh al-Quran.
5.sebagai dasar penetapan hukum yang belum ada ketetapannya secara eksplisit di dalam al-Quran.
6.menjelaskan mana ayat yang manasakh ( menghapus ) dan mana ayat yang dimansukh ( dihapus).



~Pahami Periodesasi Penulisan Hadist    
Sebelum agama Islam datang, bangsa Arab tidak mengenal kemampuan  membaca dan menulis. Mereka lebih dikenal sebagai bangsa ummi (tidak bisa membaca dan menulis). Namun, ini tidak berarti bahwa tidak ada seorang pun yang tidak  bisa menulis dan membaca. Keadaan ini hanyalah sebagai ciri kebanyakan mereka. Sejarah telah mencatat sejumlah orang yang mampu membaca dan menulis. Adiy bin Zaid Al-Adi (w. 35 H) misalnya, sudah belajar menulis hingga menguasainya, dan merupakan orang pertama yang menulis dengan bahasa arabdalam surat yang ditujukan kepada Kaisar. Sebagian orang Yahudi juga mengajari anak-anak di Madinah untuk menulis Arab. Kota Mekkah dengan pusat perdagangannya sebelum kenabian, menjadi saksi adanya para penulis dan orang yang mampu membaca. Sebagaimana dinyatakan bahwa orang yang mampu membaca dan menulis di kota Mekkah hanya sekitar 10 orang. Inilah yang dimaksut bahwa orang Arab adalah bangsa yang ummi.
Banyak akhbar yang menunjukkan bahwa para penulis lebih banyak terdapat di  Mekkah daripada di Madinah. Hal ini dibuktikan dengan adanya izin Rosulullah kepada para tawanan dalam Perang Badar dari Mekkah yang mampu menulis untuk mengajarkan menulis dan membaca kepada 10 anak Madinah sebagai tebusan diri mereka.
Hadits atau sunnah dalam penulisannya kurang memporoleh perhatian seperti halnya penulisan Al-Qur’an. Penulisan hadits dilakukan oleh beberapa sahabat secara tidakresmi karena tidak diperintahkan oleh Rosul. Diriwayatkan bahwa beberapa sahabat memiliki catatan hadits-hadits Rasulullah SAW. Mereka mencatat sebagian hadits yang peernah mereka dengar dari Rosulullah SAW.
Diantara sahabat Rosulullah SAW yang mempunyai catatan-catatan hadits Rasulullah SAW adalah Abdullah bin Amru bin Ash yang menulis sahifah-sahifah yang dinamai As-Sadiqah. Sebagian sahabat menyatakan keberatan terhadap pekerjaan yang dilakukan Abdullah.
Dan mereka berkata kepadanya, “Kamu selalu menulis apa yang kamu dengar dari Nabi, padahal beliau kadang-kadang dalam keadaan marah, lalubaliau menuturkan sesuatu yang tidak dijadikan syariat umum.” Mendengar ucapan mereka, Abdullah bertanya kepada Rasulullah SAW. Mengenai hal trsebut, Rasulullah kemudian bersabda :
اُكْتُبْ عَنِّيْ فَوَالَّذِيْ بِيَدِهِ مَاخَرَجَ مِنْ فَمِيْ إِلَّاَ حَقٌّ
“Tulislah apa yang kamu dengar dariku, demi Tuhan yang jiwaku berada ditanganNya, tidak keluar dari mulutku, selain kebenaran.”
Menurut suatu riwayat, diterangkan bahwa ali mempunyai sebuah Sahifah dan Anas bin Malik mempunyai sebuah buku catatan.
Abu Hurairah menyatakan, “ Tidak ada dari seorang sahabat Nabi yang lebih banyak (lebih mengetahui) hadits Rasulullah SAW daripadaku, selain Abdullah bin Amru bin Ash. Dia menuliskan apa yang dia dengar, sedangkan aku tidak menulisnya.” Sebagian besar ulama berpendapat bahwa larangan menulis hadits di-nasakh (di-mansukh) dengan hadits yang memberi izin yang datang kemudian
~Pahami Periodesasi Pembukuan Hadist
Pada abad pertama Hijriah, yakni masa Rasulullah SAW, Khulafaur Rasyidin, dan sebagian besar masa Bani Umayyah hingga akhir abad pertama Hijriah, hadits-hadits itu berpindah-pindah dan disampaikan dari mulut ke mulut. Masing-masing perawi pada waktu itu meriwayatkan hadits berdasarkan kekuatan hapalannya.
Ide penghimpunan hadits nabi secara tertulis untuk pertama kalinya dikemukaan oleh Kholifah Umar bin Khaththab (w. 23 H/644 M). namun, ide tersebut tidak dilaksanakan oleh Umar karena khawatir bila umat islam terganggu perhatiannya dalam mempelajari Al-Qur’an.
Pada masa pemerintaha Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang dinobatkan akhir abad pertama Hijriah, yakni tahun 99 Hijriah, datanglah angin segar yang mendukung kelestarian hadits. Umar bin Abdul Aziz terkenal sebagai seorang Khalifah dari Bani Umayyah yang terkenal adil dan wara’ sehingga dipandang sebagai Khalifah Rasyidin yang kelima.
Beliau sangat waspada dan sadar bahwa para perawi yang mengumpulkan hadits dalam ingatannya semakin sedikit jumlahnya karena meninggal dunia. Beliau khawatir apabila tidak segera dikumpulkan dan dibukukan dalam buku hadits dari para perawinya akan dapat memusnahkan hadist-hadist itu dengan sendirinya.

~Pahami Pembagian Hadis Berdasarkan Kuantitas 



Ditinjau dari segi rawi (perawi atau orang yang meriwayatkan), hadits dibagi dalam dua bentuk besar. Bentuk pertama terbagi atas hadits mutawatir dan hadits ahad. Bentuk kedua terbagi atas mutawatir, ahad, dan masyhur. Konon bentuk pertama yang lebih praktis. Mengapa? Karena hadits masyhur itu sudah tercakup dalam hadits ahad yang terbagi atas masyhur, ’aziz, dan ghorib.


Untuk itu kita akan membahas tentang permasalahan pembagian Hadis berdasarkan kuantitas (jumlah perawinya) yaitu Hadis Mutawatir, dan Hadis Ahad. Hadis mutawatir terbagi kepada dua macam, yaitu Mutawatir Lafzhi dan Mutawatir Ma’nawi. Sedangkan Hadis ahad terbagi 3, yaitu Hadis Masyhur, Hadis Azis dan Hadis Gharib. Bila ditinjau segi kuantitas periwayatannya, maka Hadis dapat terbagi kepada dua macam, yaitu Hadis Mutawatir dan Hadis Ahad.
Hadits Mutawattir

Secara bahasa, mutawatir adalah isim fa’il dari at-tawatur yang artinya berurutan.
Sedangkan mutawatir menurut istilah adalah “apa yang diriwayatkan oleh sejumlah banyak orang yang menurut kebiasaan mereka terhindar dari melakukan dusta mulai dari awal hingga akhir sanad”. Atau : “hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang banyak pada setiap tingkatan sanadnya menurut akal tidak mungkin para perawi tersebut sepakat untuk berdusta dan memalsukan hadits, dan mereka bersandarkan dalam meriwayatkan pada sesuatu yang dapat diketahui dengan indera seperti pendengarannya dan semacamnya”.
Hadits mutawatir terbagi menjadi dua bagian, yaitu Mutawatir Lafdhy dan Mutawatir Ma’nawi .
1. Mutawatir Lafdhy adalah apabila lafadh dan maknannya mutawatir. Misalnya hadits (yang artinya) : ”Barangsiapa yang sengaja berdusta atas namaku (Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam) maka dia akan mendapatkan tempat duduknya dari api neraka”. Hadits ini telah diriwayatkan lebih dari 70 orang shahabat, dan diantara mereka termasuk 10 orang yang dijamin masuk surga.
2. Mutawatir Ma’nawy adalah maknannya yang mutawatir sedangkan lafadhnya tidak. Misalnya, hadits-hadits tentang mengangkat tangan ketika berdoa. Hadits ini telah diriwayatkan dari Nabi sekitar 100 macam hadits tentang mengangkat tangan ketika berdo’a. Dan setiap hadits tersebut berbeda kasusnya dari hadits yang lain. Sedangkan setiap kasus belum mencapai derajat mutawatir. Namun bisa menjadi mutawatir karena adanya beberapa jalan dan persamaan antara hadits-hadits tersebut, yaitu tentang mengangkat tangan ketika berdo’a.
Pembahasan selengkapnya tentang Hadits Mutawatir dan pembagiannya dapat dibaca disini.
Hadits Ahad

Ahad menurut bahasa mempunyai arti satu. Dan khabarul-wahid adalah khabar yang diriwayatkan oleh satu orang. Sedangkan hadits ahad menurut istilah adalah hadits yang belum memenuhi syarat-syarat mutawatir. Hadits ahad terbagi menjadi 3 macam, yaitu : Masyhur, ‘Aziz, dan Gharib.
Macam-macam hadits ahad berdasarkan jalan periwayatan itu ada 3 macam, yaitu masyhur, ‘aziz, dan ghorib.
Masyhur (المشهور) adalah hadits yang diriwayatkan oleh tiga rowi disetiap tingkatan, tapi belum sampai pada derajat muttawattir.Contohnya perkataan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam,المسام من سلم المسلمون من لسانه و يده“
Muslim sejati adalah muslim yang saudaranya terbebas dari gangguan lisan dan tangannya.”
‘Aziz (العزيز) adalah hadits yang diriwayatkan oleh dua rowi saja dimasing-masing tingkatan. Contohnya perkataaan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam,لا يؤمن أحدكم حتى أكون أحب إليه من ولده و الناس أجمعين
“Tidak sempurna iman kalian hingga Aku lebih dia cintai dari orang tua, anaknya bahkan manusia seluruhnya.”
Ghorib (الغريب) adalah hadits yang diriwayatkan oleh satu orang saja. Contohnya perkataan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam,إنما الأعمال بالنيات، وإنما لكل امرئ ما نوى…“Sesungguhnya setiap amal perbuatan itu hanyalah dinilai bila disertai dengan niat, dan sesungguhnya setiap orang hanya memperoleh sesuai apa yang diniatkannya…(hingga akhir hadits)” (HR. Bukhori dan Muslim)
Hadits ini dari Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam hanya diriwayatkan oleh Umar bin Khotob rodhiallahu ‘anhu dan yang meriwayatkan dari Umar hanya ‘Alqomah ibn Abi Waqosh dan yang meriwayatkan dari ‘Alqomah hanya Muhammad ibn ibrohim Attaimi, dan yang meriwayatkan dari Muhammad hanya Yahya ibn Sa’id al Anshori. Kesemuanya adalah tabi’in, kemudian diriwayatkan dari Yahya oleh banyak orang.


Sunday, May 1, 2016

(SISTEM LEMBAGA KEUANGAN)-UANG DAN RUANG LINGKUP

A.Pengertian Lembaga Keuangan
Setiap lembaga atau perusahaan yang bergerak dibidang keuangan yang aktivitasnya menghimpun dana,menyalurkan dana atau kedua-duanya.

B.Jenis-jenis Lembaga Keuangan
-Pasar Modal.
-Pasar Uang.
-Koperasi.
-Asuransi.
-Modal Venture.
-Leasing.
-Dana Pensiun.
-Anjak Piutang.

C.Pengertian Uang
Suatu yang dapat diterima secara umum sebagai alat pembayaran dalam wilayah tertentu dan sebagai alat pembayaran hutang-hutang atau alat pembelian barang atau jasa.

D.Kriteria Uang
-Dapat diterima secara umum dan diketahui oleh umum
-Ada jaminan kepercayaan dari lembaga
-Mudah dibawa dalam kehidupan sehari-hari
-Tidak mudah rusak
-Nilai relatif stabil
-Nilai nominal uang berbagai macam agar mudah dalam melakukan transaksi

E.Bentuk Uang
~Dari segi bahan
-Uang Kertas
-Uang Logam

~Dari segi nilai
-Nilai Penuh
-Nilai Tidak Penuh

~Dari segi jenis
-Uang Kartal
-Uang Siral

~Dari segi kawasam
-Uang Lokal
-Uang Regional
-Uang Internasional

D.Fungsi Uang
-Sebagai alat tukar
-Sebagai satuan hitung
-Sebagai penimbun kekayaan
-Sebagai standar pencicilan uang

 #RUANG LINGKUP

A.Sejarah Bank
Awal mula bank berdiri pada zaman babylonia dan berkembang pada zaman yunani kuno dan romawi,aktivitas pertama kali perbankan yaitu pertukaran uang maupun meja pertukaran uang lalu dengan aktivitas yang bertambah seiring perkembangan zaman aktivitas tersebut menjadi aktivitas yang memediasi kegiatan bisnis dan aktivitas dalam perekenomian suatu negara.

B.Pengertian Bank
Suatu perusahaan yang bergerak dibidang keuangan yang aktivitasnya berkaitan dengan bidang keuangan antara lain kegiatan funding ( menghimpun dana dari masyarakat ) dan lending ( memberikan dan menyalurkan kredit kepada masyarakat ).

C.Kegiatan Bank
~Bank Umum
-Menghimpun Dana dari Masyarakat  = Tabungan,Deposito,dan Giro.
-Menyalurkan Kredit kepada Masyarakat = Kredit Investasi,Kredit Modal Kerja,dan Kredir Perdagangan.
-Memberikan Jasa-Jasa kepada Bank Lain = Collection,Clearing,Bank Card.

~Bank Perkreditan Rakyat
Menghimpun Dana dari masyarakat


D.Penilaian Kesehatan Bank
~Aspek Permodalan
~Aspek Kualitas Aset
~Aspek Kualitas Manajemen
~Aspek Likuiditas
~Aspek Rentabilitas

D.Penggabungan Lembaga Keuangan Bank
-Merger = Penggabungan dua bank atau lebih dengan cara tetap mempertahankan bank dan membubarkan tanpa menglikuidasi bank tersebut.
 -Konsolidasi = Penggabungan dua bank atau lebih dengan cara mendirikan bank baru dan membubarkan bank-bank lama tanpa menglikuidasi terlebih dahulu
-Akuisisi = Pengambil alihan kepemilikan suatu bank dan memberikan dampak kepada peralihan dari pengendalian bank tersebut.